Langsung ke konten utama

Satu Percakapan dengan Senja

Kali ini ada diam
Di satu pertemuan dengan senja
Entah aku yang enggan berbicara
Atau senja menyimpan kata-kata
Aku dan senja hanya saling menatap mata
Mungkin bicara dengan bahasa jiwa

"Kau menyerah?"
Akhirnya senja bicara
Memainkan rona mukanya
Biru ungu kuning jingga

Aku menggelengkan kepala. Masih enggan berkata-kata.





Senja menatapku penuh tanda tanya
Dia tak lagi memancing bicara
Hanya memandangku dengan rona keemasan
Memelukku dengan cahaya kehangatan

Lama, aku dan senja menikmati sunyi bersama
Sampai senja menghembuskan napasnya
Sekejap langit berganti rupa
Kali ini gerimis menari di udara

"Aku tahu...," bisik gerimis sembari memetik kecapi

Dentingnya pun memainkan harmoni
Dari langit ia menari ke bumi

"You're all i want... You're all i've ever needed. You're all i want, help me know You are near..." *)

Menekuk tubuh, meletakkan kepala
Menikmati rintik air di ujung senja
Ada senyum, di lubuk hati sana


*)mengutip MWS, "Draw Me Close"


17052009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …