Langsung ke konten utama

Surat Kepada Gadis Beijing

foto diunduh dari www.freefoto.com
Surat ini kutulis untuk gadis yang aku lupa nama-namanya. Belakangan, aku membaca berita beberapa perempuan di Beijing melakukan operasi plastik demi pria. Ada yang merombak wajahnya menjadi Jessica Alba, aktris terkenal dari negara Abang Sam, karena pacarnya menggilai perempuan itu. Ada yang terobsesi mengubah wajahnya menjadi Angelina Jolie. Berita yang kubaca kemarin, perempuan di Beijing itu mau mengubah wajahnya demi calon suaminya. Sang pria hanya mau menikahinya kalau sang perempuan mau bedah plastik. Mengubah wajahnya persis seperti mendiang istrinya.

Oh, gila!

Ingin aku bilang, hei, kamu itu berharga. Kamu itu unik. Kamu tak perlu menjadi orang lain. Tak perlu meniru orang lain.

Aku yakin, ketika kamu berada dalam kandungan, ada tangan-tangan yang tak terlihat tapi punya kuasa, yang membentuk tubuhmu. Hebatnya, sang empunya tangan ini tak pernah membuat produk lain yang sama. Biar itu kembar sekalipun, selalu Ia buat berbeda.

Kenapa Ia melakukan itu? Karena Ia ingin bilang, kamu spesial. Kamu unik.

Jika pria itu tak bisa melihatmu dengan kacamata yang sama. Jika pria itu memintamu mengubah dirimu yang sebenarnya. Jika pria itu tak memandang dirimu apa adanya. Apakah itu yang disebut cinta?

Aku yakin, di lubuk hatimu, kamu terpaksa melakukannya. Kamu takut. Ah ya, kamu tak mau ditinggalkan. Kamu tidak mau kehilangan.

Tapi apa gunanya menjalani hubungan dengan pria yang tidak membiarkanmu menjadi dirimu sendiri? Apakah itu cinta?

Sejak kapan cinta itu bersyarat? Yang menuntut : jika kamu tidak begini, aku akan meninggalkanmu. Atau ini: aku hanya mencintaimu jika kamu mau melakukan ini.

Bukankah Dia yang menenunmu dalam kandungan saja nggak pernah memperlakukanmu seperti itu? His love is unconditional.

Yah, aku mendengar jawabanmu. Kamu bilang, tak ada manusia yang sempurna. Manusia bukan Tuhan. Tapi kalau manusia memang tak sempurna, terus untuk apa kamu harus menjadi sempurna untuk pasanganmu? Toh dia juga tak sempurna. Tuhan yang sempurna saja, tak pernah memintamu menjadi sempurna.

Oke, oke. Tapi lihatlah dirimu. Taruh cermin di depanmu. Tatap wajahmu. Pandang tubuhmu. Kehidupan seperti itukah yang kauinginkan?

Aku ingin bilang, cintailah dirimu sendiri. Sayangi hidupmu. Kamu--seperti apapun wajah dan bentuk tubuhmu--berhak mendapatkan yang lebih baik.

Tahukah kamu, kebahagiaan hidupmu itu tidak tergantung pada pria. Kebahagiaan hidup itu cara kamu menikmati hidup. Dan kamu bisa menikmati hidup kalau kamu mengubah pola pikirmu.

Kamu itu cantik. Kamu itu unik.

Lihat wajah di cermin itu. Tersenyumlah.

Ada yang bilang, tak ada perempuan jelek di dunia ini. Yang ada, perempuan yang nggak punya duit. Karena nggak punya duit, dia nggak punya anggaran merawat tubuh dan wajahnya. Menghiasnya dengan warna-warna di bibir, pipi dan pelupuk mata.

Jadi, bekerjalah. Raih cita-citamu. Sukses di karirmu. Otomatis punya duit kan?

Ah, semoga saja kamu bisa berubah pikiran. Aku ingin meyakinkanmu. Kamu tak sendirian. Jutaan perempuan di dunia ini punya problem yang sama. Mereka berjuang menjadi diri sendiri. Meraih cita-citanya.

Kalaupun kamu merasa sendirian. Pejamkan matamu. Ingatlah Sang Empunya Tangan yang memberi kehidupan. Dia selalu di sisimu.

Mungkin suratku ini tak terbaca olehnya. Lagian, surat ini kutulis dalam Bahasa Indonesia. Buat kamu yang kebetulan membacanya, kuizinkan membaca. Siapa tahu, kamu juga punya problem yang sama.

Luv u, Sista



Nb : kamu bisa baca lagi surat ini sambil dengerin lagunya Joey Mcintyre, "Stay the Same".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …