Rabu, 25 Agustus 2010

Sekali Lagi Tentang Senja








Senja
Kamu meneduhkan tubuh yang terbakar amarah surya
Langit memekik merah
Berdarah
Terluka

Kepergiannya membawa asa
Memantik duka

Ia pergi tanpa kata-kata
Sesenyap ruang hampa udara

Kepergiannya padamkan bara
Kala hangat dalam dada terasa

Senja
Lalu terdiam tanpa kata
Sesenyap ruang hampa udara

***

25 Agustus 2010

0 komentar:

Poskan Komentar