Langsung ke konten utama

Hujan Sang Kekasih



Kalau kamu melihat butir-butir hujan menempel di jendela, jangan dihapus.

Itu surat cinta dariku.

Kata-kata tak lagi sanggup tertampung di keranjang hati.

Aku minta langit memburai kristal putih.

Angin meniupnya hingga sampai di kaca jendela hati.

Sst... dengar...

Setiap rintiknya di kaca jendela, adalah ketukanku.

Menabuh pintu hatimu.

Rintik hujan menari tap di kaca jendelamu.

Seperti aku yang berdansa dalam pikiranmu.

Gaun putih kupakai menari, terjahit rapi dari tiap bulir anak langit.

Berpijar keperakan. Di matamu menyilaukan.

Hingga langit kelam, rintik masih menutuk. Terus mengetuk.

Di lantai hatimu aku ingin masuk.

Jika embun kristal itu masih belum menguap di kaca jendela.

Coba kamu buka. Hiruplah udara. Wangiku pasti tertinggal di sana.

Kalau bulir di jendela itu jatuh dan menyesap tanah, pandanglah ke bawah.

Aku ada dalam tiap jejak langkah.

Komentar

  1. waahhh..saya sangat suka Mbak Nieke....romantis sekali! hmmmhh...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …