Langsung ke konten utama

Aku Dapat Kartu Pos dari Surga!



Kemarin, aku mendapat kiriman kartu pos. Entah siapa pengirimnya. Aku rasa dari surga. Aku sedikit berkhayal, mungkin pengirimnya Daniel, Yosep, atau Yeremia, tokoh-tokoh dalam alkitab yang pernah merasakan berada dalam penjara. Aku, secara literal, memang tak berada dalam penjara. Tapi situasinya bagaikan dalam "penjara."  Siapapun kamu, yang mengirim kartu pos ini, terima kasih. Iya terima kasih. Mungkin Tuhan yang mengutus kamu. Atau mungkin kamu adalah malaikat penjaga alias guardian angel. Atau, bisa saja kamu adalah Secret Barnabas yang sedang ingin menyemangatiku. Hey, terima kasih. 

Dan jika aku menulisnya di sini, aku ingin berbagi dengan kamu.
 
 "There is hope! 
 I understand feeling dissapointed and disillusioned. I've been there myself. But there is hope. There is a way out. I know because I found it.

I can't promise you'll never be disappointed again because we don't live in a perfect world. But I can help you find the perfect strength that God only give--in order to coper in this imperfect world. Yes, there is hope.

His grace will be suffiecient for all your needs.
"


***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …