Langsung ke konten utama

Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya. Itu Dusta.




Jika aku mengatakan
aku mencintaimu tanpa tanda tanya.
Rasanya aku berdusta.
Sebab tak mungkin
aku tak akan pernah bertanya.




Jika aku mengatakan
akulah yang menyempurnakan hidupmu.
Rasanya aku berdusta.
Sebab aku saja tak sempurna.
Bagaimana bejana tak sempurna menyempurnakan?
Tapi aku akan belajar menjadi pelengkap bagimu.

Jika aku mengatakan
aku selalu mencintaimu.
Rasanya aku berdusta.
Emosi bisa berubah. Tapi komitmen di atas segalanya.

Jika aku mengatakan
aku tidak akan pernah mengecewakanmu.
Rasanya aku berdusta.
Sebab ada saatnya
Aku akan kecewa dan sebaliknya, kamu kecewa.
Ada saatnya aku begitu membosankan. Kamu juga.
Lalu kita mengingat komitmen kita. Untuk berada dalam suka dan duka. Untuk bertumbuh bersama.

Dan jika aku mengatakan
aku mencintaimu dengan segenap hatiku dan segenap jiwaku.
Rasanya aku berdusta.
Sebab mencintai dengan segenap hati dan jiwa,
itu semestinya kupersembahkan untuk Tuhan terlebih dahulu.
Kasih Tuhan yang kemudian mengalir dalam diriku
itulah yang kemudian kuberikan kepadamu.
Sebab, tanpa kasih Tuhan yang agape,
aku tak mungkin sanggup mencintaimu yang tak sempurna.
Dalam suka dan duka.

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …