Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke Monumen Kapal Selam Surabaya

@katanieke
Monumen kapal selam Surabaya
Monumen kapal selam Surabaya terletak di Jalan Pemuda No.39, Surabaya, persis sebelah pusat perbelanjaan Plasa Surabaya. Untuk mencapainya sangat mudah karena masih di jantung kota Surabaya. Orang biasanya menyebut tempat ini dengan nama Monkasel, singkatannya.

Tak mahal untuk bisa berwisata sejarah di sini. Hanya Rp 10.000 per orang. Akses ke sini juga gampang. Buka dari pukul 08.00 sampai 21.00. Saya penasaran betul, apa sih yang berada di dalam kapal selam. Begitu menaiki tangga dan masuk ke dalamnya, saya langsung menemui peralatan persenjataan. Jreng, jreng. Inilah penampakannya.


@katanieke
Bagian paling depan kapal selam, ruang pertama yang saya masuki.
Dari ruang ini ke ruang-ruang lain dipisahkan sekat dengan pintu. Tak semua pintu berbentuk 'normal'. Ada pintu berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar satu meter. Untuk berpindah ke ruangan lain harus membungkuk.


@katanieke
Saya baru menyadari betapa tak nyamannya orang-orang berada dalam kapal selam setelah melihat ini. Ini cuma sekian menit masuk. Bagaimana dengan orang yang harus menghabiskan waktunya berhari-hari bahkan berbulan-bulan ya? Kecuali mereka benar-benar mencintai pekerjaannya. Saya juga jadi membayangkan bagaimana dulu para tentara mesti berjuang dan berperang dari dalam laut. Ruang tidur dan ruang makan jadi satu. Bentuk ruang tidur itu hanya dipan-dipan bertingkat. Ohya, dalam keadaan berperang antar ruang pintu-pintunya mesti ditutup rapat. 

Ini penambakan dipan dan foto-foto pejuang yang pernah berada di dalam kapal selam ini:

@katanieke

@katanieke

Di ujung kapal selam, kita kembali melihat ruang berisi torpedo. Usai blusukan di dalam kapal selam, pengunjung biasanya diajak ke sebuah ruangan yang berada di luar kapal selam, untuk menonton film sepanjang lima belas menit. Film ini menceritakan sejarah kapal selam di Indonesia, khususnya di Surabaya. Mengisahkan bagaimana peran TNI Angkatan Laut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, pasca kemerdekaan, dan menjaga perdamaian dari lautan. Sambil menunggu jadwal film diputar, atau kalau sudah menyaksikan film, pengunjung bisa menikmati pemandangan tepi sungai sambil ngemil, ngeteh, ngopi di kafe yang letaknya hanya sepelemparan batu. 

Harga makanan dan minuman di stan-stan cukup ramah di kantong. Teh dan kopi gelas sekitar Rp 5.000. Mie goreng Rp 8.000, nasi goreng beragam dari Rp 10.000 sampai 15.000. Kentang goreng Rp 8.000-10.000. Udah bisa nongkrong cantik di tepi sungai menikmati pemandangan kota Surabaya. Teduh bener kan.
@katanieke
Nah, kalau sudah puas menjelajahi Monkasel, bisa ngemol ke Plasa Surabaya yang terletak persis di sampingnya. Tak jauh dari sini juga ada pusat perbelanjaan Grand City. Tinggal milih.

Mau tahu lebih dalam tentang Monkasel, klik di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …