Langsung ke konten utama

Ngopi Sambil Bermain dengan Kucing di Cats and Coffee

Suasana di Cats and Coffee, Yogyakarta.
Yogyakarta memang banyak tempat wisata. Saat berkunjung ke Jogja, tentu kita bisa sambil mencicipi kuliner atau singgah di tempat-tempat uniknya. Salah satunya, Cats and Coffee, yang terletak di Jalan Bougenville, Karang Gayam, Caturtunggal, Yogyakarta.

Seperti namanya, kafe ini menyediakan kopi dan kucing. Ada belasan kucing yang bakal menemani kita duduk sambil ngopi-ngopi cantik. Di Cats and Coffee, kucing-kucing itu bisa saja tahu-tahu melompat ke pangkuanmu, melompat ke sofa sebelahmu, mengeong manja sambil menyandarkan kepalanya ke  atau bermalas-malasan di rak khusus bermain kucing seperti foto di bawah ini. Lucu dan menggemaskan, ya.

Kucing-kucing di Cats and Coffee bukan kucing sembarangan. Pemilik kafe ini memang merawat kucing-kucing tersebut. Tak semua kucing dihadirkan untuk menemani tamu. Mereka punya jadwal giliran dan istirahat. Tujuannya ya supaya kucing-kucing itu tetap sehat dan terawat. 
Kucing yang sedang sakit juga tak bakal dikeluarkan dari kandangnya. 

Waktu ke sana, saya memesan green tea latte dan fish and chips. Sambil menikmati hidangan, saya juga tak lupa dong berswafoto alias selfie. Tempatnya instragrammable banget, lho.

Untuk minuman, harganya dibanderol dari Rp 16.000 hingga 30.000. Nggak cuma kopi, kok. Kalau lagi nggak pengen ngopi juga bisa memesan cokelat panas, jus strawberry, atau jus jambu. Kalau ada kucing yang bandel sama pengunjung, biasanya 'dihukum' langsung dimasukkan ke kandang. 

Kebetulan saya bertemu kucing bandel itu. Hehehe. Barangkali dia ingin mencicip green tea latte saya. Pertama, dia seperti hendak mengendus. Lalu saya pukpuk kepalanya supaya bergeser dari minuman. Saya tinggal berfoto-foto sejenak, eh dia datang lagi. Kali ini mengendus fish and chip saya. Hahahaha.
Penampakan green tea latte dan fish and chips yang diincar si kucing bandel. Menggiurkan ya.
 Dalam sekejap, si pemilik kafe langsung menggendong si kucing bandel lalu memasukkannya ke dalam kandang. Hohoho. Kamu nakal sih, Pus...
Lanjut foto-foto lagi deh. Gampang-gampang susah motret kucing. 
Ohya, Cats and Coffee buka mulai jam 14.00 sampai 23.00. Pemesanan terakhir pukul 22.00. Kalau mau ke sana, Cats and Coffee terletak di kawasan yang disebut Selokan Mataram. Waktu mau ke sana, saya mengetik nama kafenya di Google lalu tekan Map. Muncullah dari petunjuk arah jalan dari tempat saya berada menuju ke sana. Tempatnya persis pinggir jalan besar, di antara deretan ruko-ruko.

Cats and Coffee tampak dari depan
Ada hal-hal yang boleh dan sebaiknya tidak dilakukan di Cats and Coffee. Aturan ini dipasang sesudah kita memasuki pintu masuk. Kita akan melalui sebuah lorong kecil, lalu melepas kasut, sandal, dan sepatu di rak. Berikutnya, membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan. Di antara aturan yang tidak boleh dilakukan adalah memberi makanan dan minuman yang kita pesan ke kucing. Saat saya bertanya pemilik kafe, katanya bulu kucing bisa rontok atau malah jadi sakit kalau makan makanan yang kita makan.

Sekalian lihat video waktu saya mampir ke sana, ya. Klik di sini: Ngopi Anti-mainstream di Cats and Coffee


Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya.

😘😍

(Nieke Indrietta)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …