Langsung ke konten utama

Nieke dan Hal-hal yang Belum Selesai



Barangkali saja, memang membuat target tahunan itu tidak ada gunanya. Soalnya, target yang belum tercapai tahun ini, beberapanya adalah target yang gue buat dari tahun ke tahun, setidaknya dalam tiga tahun belakangan ini, dan nggak (atau mungkin belum) kunjung terwujud.

Inilah hal-hal yang belum selesai itu:

1. Eropa keburu bangkrut gara-gara gue terus menunda ikutan short course-nya sebuah lembaga jurnalisme. Dan gara-gara itu pula, maka...

2. Impian gue travelling Eropa backpacker-an pun buyar.

3. Bikin buku kumpulan cerpen, puisi, dan dongeng. Bikin audio book.

4. Ikutan sayembara novel. Sejak gue jadi wartawan, kemampuan menulis fiksi dan berimajinasi gue tertindas. Eh, sebenernya masih ada kesempatan sih, kalo mau bikin target ini terkabul. Ada sayembara novel yang deadline-nya 30 November 2013. Gue masih bisa ikut.

5. Gue merasa menjadi manusia ketika gue membagikan apa yang ada di diri gue ke orang lain. Gue bisa menjadi pengaruh baik buat orang lain. Salah satunya adalah, gue mengajar nulis gratis ke orang-orang tertentu. Mereka yang menjadikan nulis sebagai cara untuk memperbaiki hidup mereka, menyembuhkan diri mereka. Karena sesuatu hal, kegiatan ini berhenti. Satu lagi, gue pengen ngajar nulis buat anak-anak di tempat terpencil di Indonesia. Nah, yang ini, gue udah rencanain bakal pergi bulan ini. Iya, November ini gue seharusnya pergi ke suatu dusun di kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Flores. Gue udah pesen cuti lagi. Tapi gegara harga tiket ke Bali dan Labuan Bajo yang melonjak, lantaran ada beberapa acara seperti ASEAN dan Sail Komodo, gue batal pergi. Gue ke sana atas biaya sendiri, menabung, bok. Padahal udah gue rencanain, apa aja yang mau gue ajarkan ke anak-anak usia SD di dusun itu selama satu minggu. Gue pengen ngajarin mereka nulis surat, mendongeng buat mereka dan minta mereka menulis ulang cerita gue, ngajarin mereka jadi wartawan cilik dan bikin majalah dinding, ngajarin mereka main drama.

Dan, oh, jangan bertanya kenapa gue nggak pernah menaruh pernikahan dalam target tahunan gue. Buat gue, pernikahan itu bukan perlombaan dan prestasi. Tapi tentang ditemukan (iya, ditemukan, bukan menemukan) orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat.

Sekarang, gue udah mulai mikir mau bikin target apa di tahun 2014 mendatang. Gue juga mempertimbangkan: apakah akan memasukkan hal-hal yang belum selesai ini ke dalam target tahun depan. Soalnya, gue nggak mau pas tahun depan kudu memasukkan lagi daftar yang sama, sebagai hal-hal yang belum selesai.

Gimana dengan elo? Pernah bikin target tahunan?

Postingan populer dari blog ini

7 Hal Agar Hubungan Cintamu Nggak Serumit Meteor Garden

"Kalau minta maaf berguna, buat apa ada polisi?"

Masih ingat kutipan ini nggak? Ini ucapan Daoming Si, tokoh utama F4 dalam drama seri Meteor Garden yang legendary. Demam F4 melanda dunia sejak drama Meteor Garden versi remake 2018 tayang. Kali ini aktor ganteng Dylan Wang yang memerankan Daoming Si, ketua F4 dan Shen Yue jadi Dong Shancai. Darren Chen jadi Hua Ze Lei yang kalem-kalem menggemaskan, Connor Leong (Mei Zuo), and Caesar Wu (Xi Men).


Wisata 1 Hari di Jogja: Tempat Selfie Paling Asyik (+Itinerary)

Pernahkah kamu hanya memiliki satu hari waktu untuk bersantai di sebuah kota? Saya mencoba membuat itinerary bila hanya punya waktu satu hari di Jogja. Itinerary ini dibuat berdasarkan pengalaman saya. Jadi, saya sudah memperkirakan jarak dan waktu sehingga perjalanan ini memungkinkan untuk dilakukan.
Oke, here we go...

Traveling ke Purbalingga: Singgah di Masjid Cheng Hoo

Arsitektur Masjid Cheng Hoo yang terletak di pinggir jalan itu pasti langsung mencuri perhatian orang yang melewati jalan raya desa Selaganggeng, Mrebet, Purbalingga. Sekilas mirip kelenteng. Warna bangunannya dominan putih dan merah. Dari jauh pun saya bisa melihat bagian atapnya yang berbentuk pagoda.