Langsung ke konten utama

Aku dan Bahagia




Bahagia itu bukan yang hal rumit sebenarnya....


Bahagia itu ketika menatap rona jingga di pipi langit | menghangatkan hati yang gelisah.


Bahagia itu ketika aku menemukan surat cinta dalam tiap tetes hujan dari langit.


Bahagia itu ketika Tuhan mengirimiku hujan rasa strawberry, langit rasa jingga, parfum laut dan jubah pelangi.


Bahagia itu ketika melihat wajah terkejut Mama, ketika aku tiba-tiba muncul di depan dapur di hari ultahnya. Dia tak menyangka aku pulang.


Bahagia itu tidak ditentukan oleh orang-orang sekitarmu. Kamu bisa memilih mau bahagia atau tidak. Kamu yang tentukan.


Bahagia itu tidak ditentukan oleh keadaan senang atau susah. Bahagia itu adalah kekuatan kala menghadapi saat susah.


Bahagia itu ketika melihat hidup seseorang yang dekat dengan kita, berubah hidupnya, menjadi lebih baik.


Saya bahagia ketika menghadapi situasi sulit, saya menemukan ada jalan dan harapan.


Bahagia itu ketika saya melihatmu tersenyum, setelah membaca tulisanku.


Bahagia itu mengingatMu, yang setia padaku, sekalipun aku tidak setia, yang selalu percaya, aku bisa mencapai mimpi.


Bahagia itu ketika menerima telpon Papa, yang bertanya kamu sudah makan belum, jangan lupa makan.


Bahagia itu ketika menemukan teman, dengan kasih yang tidak bersyarat menerima diriku apa adanya.


Bahagia itu ketika aku menemukan diriku terpantul di kedua bola matamu.


Bahagia itu ketika aku menulis dan tulisan itu bisa mempengaruhi orang lain bangkit dari kehidupannya, menjadi inspirasi.


Bahagia itu ketika aku melihat orang-orang terkasih dalam hidupku, tersenyum dan tertawa.


Bahagia itu ketika Dia memberikanku kesempatan kedua untuk mengarungi perjalanan hidupku.


Bahagia itu ketika aku bisa mengalahkan ketakutanku dan menemukan ternyata aku mampu.



Sst... kamu bisa menemukan kebahagiaan, bahkan dalam hal yang sederhana. :)


http://twitter.com/katanieke

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumat Agung. Suatu Ketika.

Jumat Agung. Hari yang gersang seketika mendung, dan dalam beberapa menit awan gelap yang menggantung di langit berubah menjadi butiran-butiran air yang terjun dengan kencangnya menghunjam bumi. Kedengaran seperti rentetan peluru. Jam pada ponselku menunjukkan pukul 13.30. Hujan tak berhenti hingga pukul 15.00. Aku membayangkan Golgota. Aku membayangkan Dia yang tergantung di salib.

"Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?"



Kenapa Disebut Jatuh Cinta?

Karena ketika kamu mencintai seseorang, kamu siap jatuh dan terluka.

Karena kamu mesti menjatuhkan ego dan kesombonganmu untuk mempertahankan cinta.

Karena kamu memilih, kemana kamu menjatuhkan pilihan hatimu. Ya, cinta itu memilih.

Karena ada seseorang yang menjatuhkan diri, berdarah dan terluka, demi melihat kehidupan kita berubah.

Karena ketika kamu terjatuh, ada tangan yang menopangmu dengan penuh cinta.

Karena Ia menjatuhkan pilihanNya padamu. Meski kamu tak setia. Ia tetap setia.

Karena ia tidak menuntutmu untuk menjatuhkan harga diri kamu sebagai perempuan, tapi menjaga dan mencintaimu apa adanya.

Karena ia menjatuhkan pilihan padamu, dan kamu menjatuhkan pilihan padanya.

Karena kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, mencintai seseorang ada konsekuensinya. Pilihlah dengan benar.

Karena cinta itu tidak buta. Ada konsekuensi jatuh dan terluka. Tak ada orang yang sempurna.

Karena cinta bisa membuatmu merana, tapi kamu bisa meminimalisir dengan terlebih dulu menentukan standarmu.

Karena kamu …